Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

MASA PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

Gambar
GARIS WAKTU Tanggal 11 Januari 1942     : tentara Jepang mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur, dan esok harinya (12 Januari 1942) Komandan Belanda di pulau itu menyerah. Tanggal 24 Januari 1942     : Balikpapan yang merupakan sumber minyak ke-2 jatuh ke tangan tentara Jepang Tanggal 29 Januari 1942     : Pontianak berhasil diduduki oleh Jepang Tanggal 3 Februari 1942     : Samarinda diduduki Jepang Tanggal 5 Februari 1942     : sesampainya di Kotabangun, tentara Jepang melanjutkan penyerbuannya ke lapangan terbang Banjarmasin II yang waktu itu masih dikuasai oleh tentara Hindia Belanda (KNIL). 16 Februari 1942                : Berhasil menduduki Palembang Tanggal 1 Maret 1942          : tentara ke-16 Jepang berhasil mendarat di 3 tempat sekaligus yaitu di Teluk Banten, ...

SAMBUTAN MASYARAKAT INDONESIA DENGAN KEDATANGAN JEPANG

     Kedatangan Jepang di Indonesia pada awalnya disambut gembira oleh masyarakat Indonesia. Jepang disebut-sebut sebagai "Saudara Tua" yang dianggap mampu membebaskan rakyat Indonesia dari penjajahan Belanda. Sikap simpatik masyarakat Indonesia terhadap Jepang juga dipengaruhi oleh keyakinan mereka akan ramalan Jayabaya. Kata-kata "banzai-banzai" (selamat datang-selamat datang) ada di mana-mana. Sementara itu, tentara Jepang melanjutkan propagandanya untuk terus menggalang dukungan rakyat Indonesia.       Setiap kali Radio Tokyo memperdengarkan Lagu Indonesia Raya, di samping Lagu Kimigayo. Bendera yang berwarna Merah Putih juga boleh dikibarkan berdampingan dengan Bendera Jepang Hinomaru. Melalui siaran radio, juga dipropagandakan bahwa barang-barang buatan Jepang itu menarik dan murah harganya, sehingga mudah bagi rakyat Indonesia untuk membelinya.       Simpati dan dukungan rakyat Indonesia itu nampaknya juga karena per...

CATATAN SEJARAH WAJIB (6 APRIL DAN 27 APRIL)

 CATATAN 27 APRIL  Nippon pelindung asia adanya ajaran sintoisme bahwa seluruh umat manusia di dunia keturunan satu yang memprakasai gerakan 3 a adalah hitosi simitsu gerakan 3A sebagai wadah golongan2 nasionalis untuk berkumpul sebagai alasan. pada 1942 jepang membnubarkan gerakan 3A PETA ada sekitar 60 batallion pembentukan peta tidak luput dari R Gatot Mangkupraja yg merupakan salah satu pendiri PNI TINGKATAN DALAM PETA : - BATALION terdiri dari beberapa KOMPI - SHODANCO/Lulusan SMP - BUDANCO/Lulusan SD - GIYUHEI/Tidak sekolah (nanti menjadi pasukan garis depan karena jumlah nya paling banyak) pada maret 1944, peta lebih melayani kepentingan indonesia daripada jepang. buktinya terjadi pemberontakan PETA di Blitar pada 14 Februari 1945 yg dipimpin supriyadi. yang membubarkan PETA adalah komandan tentara ke-16 dan mengucapkan perpisahan. walau cuma 2 tahun tetapi PETA orangnya banyak mengisi sejarah revolusi fisik di indonesia dan banyak juga muncul tokoh2 revolusi indonesia....

FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG LAHIRNYA NASIONALISME DI INDONESIA

FAKTOR INTERNAL : 1. lahirnya golongan pelajar. Golongan pelajar diantara lain adalah golongan para siswa/mahasiswa/kaum cendikiawan. Adanya golongan pelajar karena adanya perubahan politik pemerintah kolonial hindia belanda dan menerapkan poliitk etis/politik balas budi. politik etis mendorong pemerintah belanda mendirikan sekolah2 seperti SR (sekolah rakyat), MULO yg setingkat SMP, HBS, dan juga perguruan2 tinggi. kaum pelajar adalah kunci dari setiap perubahan di suatu bangsa. karena kaum pelajar mempunyai semangat akan adanya perubahan. keinginan kaum pelajar membebaskan bangsa ini muncul rasa nasionalisme. seperti semangat dr.sutomo. ada juga kelompok muslim pelajar seperti cokroaminoto, dan k.h.ahmad dahlan. mereka adalah yg memprakasai kebangkitan nasionalisme di indonesia 2. penderitaan rakyat yang berkepanjangan sejak abad ke-17 bangsa indonesia memasuki masa penjajahan. karena penjelajahan samudera indonesia jatuh ke tangan inggris. bangsa indonesia menjadi tamu di tanah send...

ORGANISASI-ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL DI INDONESIA DAN ORGANISASI PERGERAKAN MASA RADIKAL

  Organisasi-organisasi Pergerakan Nasional yang bersifat kebangsaan, 1. Budi Utomo . Berdirinya pada tanggal 20 Mei 1908. Pendirinya yaitu dr. Soetomo dan dr. Wahidin Sudirohusodo. Tujuannya adalah Bergerak pada bidang pendidikan dan kebudayaan. 2. Indische Partij .Berdiri pada tanggal 25 Desember 1912.Pendirinya E.F.E. Douwes Dekker (Danudirjo Setiabudi), R.M. Suwardi Suryaningrat, dan dr. Cipto Mangunkusumo.Tujuannya adalah yakni mengembangkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Keanggotaannya pun terbuka bagi semua golongan tanpa memandang suku, agama, dan ras. 3. Indische Vereeniging ( Perhimpunan Hindia).Berdiri pada tahun 1908. Pendirinya yaitu Soetan Kasajangan Soripada dan R.M. Noto Soeroto. Tujuannya adalah  Indonesia merdeka, memperoleh suatu pemerintahan Indonesia yang bertanggung jawab kepada seluruh rakyat 4. Partai Nasional Indonesia(PNI) . Berdiri pada tanggal 4 Juli 1927. Pendirinya yaitu Cipto Mangunkusumo, Mr. Sartono, Mr. Iskaq Tjokrohadi...

Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian

 Pengaruh Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial     Secara umum diferensiasi dan stratifikasi sosial memberikan pengaruh positif dan negatif pada masyarakat. Pengaruh positifnya, diferensiasi dan stratifikasi sosial dapat mendorong terjadinya integrasi sosial, sedangkan pengaruh negatifnya adalah terjadinya disintegrasi sosial. Diferensiasi sosial dapat menimbulkan primordialisme, etnosentrisme, politik aliran, dan terjadinya proses konsolidasi    Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian      Konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Konflik lahir dari kenyataan akan adanya perbedaan-perbedaan, misalnya perbedaan ciri badaniah, emosi, kebudayaan, kebutuhan, kepentingan, atau pola-pola perilaku antarindividu atau kelompok dalam masyarakat. Perbedaan- perbedaan dalam masyarakat akan memu...

Materi Sosiologi SMA Kelas XI : Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian

  KONFLIK Konflik berasal dari bahasa Latin yaitu conflitus (saling berbenturan, bertentangan, berlawanan, ketidaksesuaian). Menururt M.Z. Lawang, konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status, dan kekuasaan ketika tujuan pihak-pihak yang berkonflik tidak hanya mendapatkan keuntungan, tapi juga untuk menundukkan saingannya. Sementara, Soerjono Soekanto mengungkapkan pendapatnya bahwa konflik yaitu suatu proses sosial orang per orang atau kelompok manusia yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan.  Berdasarkan pengertian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa konflik adalah bentuk interaksi sosial antara satu pihak dengan pihak  lain yang ditandai dengan adanya sikap saling mengancam, menekan, hingga saling menghancurkan. Penyebab Konflik Perbedaan kebudayaan Perbedaan individu Perbedaan ideologi Perbedaan kepentingan Perubahan nilai-nilai sosial Bentuk-Bentuk Konflik Bentuk ...