Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

A. PENGERTIAN DAN TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI

1. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi yang memungkinkan terjadinya peningkatan produk domestik bruto dari suatu negara atau daerah. Pertumbuhan ekonomi dikatakan meningkat apabila persentase kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada suatu periode lebih besar dari periode sebelumnya. Kenaikan PDB tersebut tidak disertai penghitungan persentasenya terhadap tingkat pertumbuhan penduduk pertumbuhan ekonomi adalah suatu keadaan di mana terjadi kenaikan PDB suatu negara tanpa memandang apakah kenaikan tersebut lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk.

2. Teori Pertumbuhan Ekonomi
a. Teori pertumbuhan ekonomi klasik
   Menurut para ahli ekonomi klasik, seperti Adam Smith dan David Ricardo, ada empat faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu sebagai berikut.
(1) Jumlah penduduk.
(2) Persediaan barang-barang modal.
(3) Luas tanah dan kekayaan alam
(4) Penerapan teknologi

  Dari keempat faktor tersebut, para ahli ekonomi klasik menitikberatkan teorinya pada pertambahan penduduk dalam memengaruhi pertumbuhan ekonomi dengan asumsi faktor luas tanah dan penerapan teknologi adalah tetap. Berikut akan disajikan gambaran atas teori pertumbuhan ekonomi klasik tersebut,
(1) Pertumbuhan ekonomi tergolong tinggi saat jumlah penduduk masih sedikit, persediaan barang modal cukup banyak, dan tersedianya lahan tanah yang masih luas.
(2) Sedangkan pertumbuhan ekonomi tergolong tidak berkembang (stationary state) saat produktivitas penduduk menurun karena berkurangnya kapasitas produksi sehingga kemakmuran masyarakat dan frekuensi kegiatan ekonomi pun ikut menurun

b. Teori pertumbuhan ekonomi Schumpeter
    Peranan pengusaha atau wirausahawan sangat penting dalam memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Itulah salah satu hal yang ditekankan oleh Schumpeter dalam teorinya. Pengusaha akan terus-menerus melakukan inovasi untuk mendapatkan hal-hal baru yang berguna bagi usahanya dan dapat meningkatkan keuntungan yang diperoleh

    Adapun bentuk inovasi-inovasi yang dilakukan oleh pengusaha antara lain mencari lokasi pasar yang baru, meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi, dan mencari sumber bahan mentah. Untuk menjalankan inovasi yang telah ditemukan tentu membutuhkan modal. Pengusaha akan meminjam modal tersebut untuk keperluan investasi usahanya.

    Akibat dari investasi tersebut adalah kenaikan pendapatan nasional yang mendorong peningkatan konsumsi masyarakat. Karena konsumsi meningkat, berarti kapasitas produksi pengusaha pun ikut meningkat dan menimbulkan investasi baru oleh pengusaha. Ada dua jenis investasi yang timbul, yaitu sebagai berikut:
(1) Investasi otonom adalah investasi yang timbul akibat adanya kebutuhan modal untuk keperluan inovasi.
(2) Investasi terpengaruh adalah investasi yang timbul akibat kenaikan pendapatan nasional yang mendorong terciptanya investasi baru

   Menurut Schumpeter, ketika tingkat kemajuan ekonomi semakin tinggi maka kemungkinan untuk melakukan inovasi semakin terbatas. Sulitnya melakukan inovasi membuat pertumbuhan ekonomi berjalan lambat hingga akhirnya berhenti pada titik tertentu. Keadaan ini disebut dengan stationary state. Berbeda dengan aliran klasik yang berpendapat bahwa keadaan stationary state terjadi pada saat tingkat pertumbuhan ekonomi rendah, Schumpeter berpendapat bahwa keadaan stationary state terjadi pada saat tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi

c. Teori pertumbuhan ekonomi neoklasik
    Beberapa teori pertumbuhan ekonomi dari aliran next adalah sebagai berikut:
(1) Teori pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar
    Ada empat asumsi yang digunakan oleh teori ini dalam menganalisis faktor-faktor pendukung pertumbuhan ekonomi, yaitu sebagai berikut.
(a) Barang modal telah digunakan secara penuh.
(b) Besarnya tabungan proporsional dengan fluktuas pendapatan nasional.
(c) Perbandingan antara modal dan hasil produksi (capital output ratio) adalah tetap
(d) Perekonomian hanya terdiri dari dua sektor (perekonomian tertutup)

    Investasi yang terjadi pada tahun tertentu akan menyebabkan peningkatan barang modal pada tahun berikutnya Agar seluruh penambahan barang modal tersebut digunakan seluruhnya, total pengeluaran harus meningkat sebesar penambahan barang modal tersebut, Kenaikan total pengeluaran menyebabkan kenaikan pendapatan nasional (PDS) Seperti yang kita ketahui pertumbuhan ekonomi terjadi karena adanya peningkatan PDB dari suatu negara atau masyarakat. Oleh karena itu, investasi harus terus mengalami kenaikan agar tingkat pertumbuhan ekonomi juga ikut mengalami kenaikan

(2) Teori pertumbuhan ekonomi Solow 
    Berdasarkan teori pertumbuhan neoklasik yang dikembangkan oleh Abramovitz dan Solow, pertumbuhan ekonomi tergantung pada perkembangan faktor-faktor produksi Bisa juga dikatakan bahwa teori ini lebih melihat dari sisi penawaran atau sisi produksi. Berdasarkan teori ini, ada tiga faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu
(a) pertumbuhan modal,
(b) pertumbuhan penduduk, dan
(c) pertumbuhan teknologi

    Dari ketiga faktor di atas tersebut. faktor pertumbuhan teknologi dianggap sebagai faktor yang paling menentukan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan fakta yang ada, 80%-90% pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang terjadi pada pertengahan abad ke-19 dan ke-20 disebabkan adanya perkembangan teknologi Sedangkan menurut hasil penelitian peranan pertumbuhan modal terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa Barat dan Inggris hanya sebesar 25%, 18%, dan 21% pada tahun 1950-1962

d. Teori pertumbuhan ekonomi Rostow
Menurut Rostow. pertumbuhan ekonomi terdiri atas beberapa tahap berikut.
(1) Perekonomian Tradisional (The Traditional Society). Ciri-ciri suatu perekonomian pada tahap ini adalah sebagai berikut.
(a) Teknologi yang digunakan dalam kegiatan produksi masih sederhana
(b) Produksi yang dihasilkan rendah sehingga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri,
(c) Kegiatan produksi dilakukan secara tradisional

(2) Perekonomian Transisi (The Precondition for Take Off)
Ciri-ciri suatu perekonomian telah mencapai tahap ini adalah sebagai benkut:
(a) Timbulnya pemikiran mengenai pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan
(b) Terjadinya perubahan nilai-nilai dan struktur kelembagaan yang berlaku di dalam masyarakat
(c) Perekonomian mulai menciptakan kerangka ekonomi yang kokoh untuk mencapai tingkat perekonomian yang lebih maju

(3) Perekonomian Lepas Landas (The Take Off)
Ciri-ciri suatu perekonomian telah mencapai tahap ini adalah sebagai berikut.
(a) Kegiatan ekonomi berlangsung secara terus-menerus dengan hasil yang memuaskan
(b) Nilai investasi yang bersifat produktif meningkat sebesar sepuluh persen dari nilai produk nasional neto
(c) Terciptanya kondisi yang dapat membuat semua lembaga dapat berfungsi sesuai dengan harapan masyarakat
(d) Terciptanya kestabilan di bidang politik dan sosial

(4) Perekonomian Menuju Kedewasaan (The Drive to Matunty)
Ciri-ciri suatu perekonomian telah mencapai tahap ini adalah sebagai berikut.
(a) Tenaga kerja yang terlibat pada proses produksi bersifat profesional
(b) Berkurangnya peranan dari sektor pertanian, sedangkan sektor industri dan jasa memiliki peranan yang semakin dominan
(c) Adanya perubahan di dalam struktur organisasi perusahaan, seperti jabatan manajer sebagai pengambil keputusan tertinggi tidak lagi dipegang oleh pemilik perusahaan, melainkan oleh tenaga-tenaga profesional yang dipekerjakan oleh perusahaan
(d) Timbulnya kesadaran di dalam masyarakat untuk memelihara dan melestarikan lingkungan.

(5) Perekonomian dengan Tingkat Konsumsi yang Tinggi (The Age of High Mass Consumption)
Ciri-ciri suatu perekonomian telah mencapai tahap ini adalah sebagai berikut.
(a) Sektor industri telah berjalan dengan baik sehingga tidak ada lagi masalah pada kegiatan produksi. 
(b) Tujuan utama konsumsi masyarakat adalah untuk meningkatkan arti hidup, sehingga masyarakat lebih cenderung untuk memenuhi kebutuhan tersier dibanding kebutuhan primer dan sekunder.
(c) Timbulnya usaha-usaha untuk menciptakan kesejahteraan yang merata. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan pajak progresif yang bertujuan untuk mentransfer pendapatan dari penduduk kaya ke penduduk miskin.


 B. CARA MENGUKUR PERTUMBUHAN EKONOMI

    Suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan jika jumlah produksi barang dan jasanya meningkat Dalam dunia nyata, amat sulit untuk mencatat jumlah unit barang dan jasa yang dihasilkan selama periode tertentu. Kesulitan itu muncul bukan saja karena jenis barang dan jasa yang dihasilkan sangat beragam, tetapi satuan ukurannya juga berbeda. Misalnya, produksi daging diukur dengan satuan berat (kilogram atau ton). Sementara itu, produk air minum diukur dalam satuan volume. Minyak bumi diukur dengan satuan barel.

    Untuk mengatasi masalah ini, angka yang digunakan untuk menghitung perubahan produk adalah nilai moneternya (uang) yang tercermin dalam nilai Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, nilai PDB yang digunakan adalah PDB berdasarkan harga konstan. Harga konstan didapat dari harga berlaku disesuaikan dengan indeks harga. Dengan menggunakan harga konstan, pengaruh perubahan harga telah dihilangkan. Meskipun angka yang muncul adalah nilai uang dari total output barang dan jasa, perubahan nilai PDB sekaligus menunjukkan perubahan jumlah kuantitas barang dan jasa yang dihasilkan selama periode pengamatan.

    Karena sulitnya mengumpulkan data PDB, perhitungan pertumbuhan ekonomi tidak dapat dilakukan setiap saat. Biasanya perhitungan dilakukan dalam periode waktu triwulan, semester, atau tahunan. Cara menghitung pertumbuhan ekonomi yang sederhana adalah dengan membandingkan periode yang satu (periode dasar) dengan periode yang dihitung. Perhitungannya dilakukan dengan rumus sebagai berikut:


C. PENGERTIAN PEMBANGUNAN EKONOMI

    Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang bertujuan untuk menaikkan produk domestik bruto suatu negara atau daerah dalam jangka panjang. Kenaikan PDB tersebut lebih besar daripada tingkat pertumbuhan penduduk. Singkatnya, pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang bertujuan untuk menaikkan PDB suatu negara atau daerah melebihi tingkat pertumbuhan penduduk

    Di dalam pembangunan ekonomi, kenaikan pendapatan masyarakat diikuti pula oleh perubahan dalam struktur sosial dan sikap masyarakat. Selain kenaikan pendapatan, tujuan pembangunan ekonomi adalah perbaikan kondisi di luar aspek ekonomi, seperti perbaikan lembaga pemerintah, perbaikan sikap, dan usaha memperkecil jurang pemisah antara kaya dan miskin.

    Pembangunan ekonomi mengacu pada proses perubahan dalam kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Jika ada beberapa daerah terpencil mengalami pembangunan, itu tidak berarti bahwa seluruh negara sedang mengalami perubahan Pembangunan ekonomi hanya mencakup perubahan ke tingkat aktivitas ekonomi yang lebih tinggi.

    Menurut Michael P. Todaro, pembangunan harus dipahami sebagai suatu proses multidimensi yang mengakibatkan perubahan besar dalam struktur sosial, sikap populer dan lembaga rasional percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan kesenjangan, dan pemberantasan kemiskinan absolut

    Menurut Prof. Denis Goulet dalam Todaro (2009), ada tiga nilai inti pembangunan yang akan membuat hidup lebih baik. Ketiganya merupakan tujuan bersama yang dicari oleh semua individu dan masyarakat. Nilai inti itu adalah rezeki, harga diri, dan kebebasan.

Sang Tokoh

Dudley Seers

Dudley Seers (1920-1983) adalah seorang ekonom Inggris yang mengkhususkan diri dalam ekonomi pembangunan. Setelah melaksanakan dinas militer dengan Royal Navy, ia mengajar di Oxford dan kemudian bekerja untuk berbagai lembaga PBB. Dia adalah direktur Institut Studi Pembangunan di Universitas Sussex dari tahun 1967 sampai 1972.

Seers terkenal dengan mengganti "fetisisme pertumbuhan" dari periode awal pasca perang dengan perhatian yang lebih besar pada pembangunan sosial. Dia menekankan sifat relativistik dari penilaian tentang pembangunan dan mempertanyakan nilai pendekatan neoklasik terhadap ekonomi,

a. Rezeki kehidupan. Kehidupan manusia dapat dipertahankan ketika kebutuhan dasar terpenuhi. Ini termasuk makanan, tempat tinggal, kesehatan, perlindungan pendidikan, dan pakaian, Jika pemenuhan kebutuhan dasar tidak memadai, keterbelakangan mutlak ada

b. Harga diri adalah perasaan berharga dan kemandirian. Tidak ada negara yang mengalami pembangunan jika negara itu digunakan sebagai alat oleh negara-negara lain untuk mengejar kepentingan egois mereka sendiri. Menurut Jean Dreze dan Amartya Sen, pembangunan disahkan sebagai tujuan karena penting, mungkin bahkan sangat diperlukan untuk memperoleh harga diri

c. Kebebasan dari perbudakan. Kebebasan dari perbudakan berarti juga kebebasan dari kejahatan dan kebodohan. Ini juga berarti bahwa masyarakat mampu memilih berbagai komponen kebebasan politik, kebebasan berekspresi, kebebasan partisipasi politik, kesetaraan kesempatan, dan aturan hukum.

    Prof. Dudley Seers dalam Todaro (2009) menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi ditentukan oleh jawaban atas tiga pertanyaan berikut
a. Apakah pembangunan itu telah mengurangi kemiskinan
b. Apakah yang dilakukan terhadap pengangguran?
c. Apakah yang dilakukan terhadap kesenjangan?

    Dengan demikian, menurut Prof. Dudley Seers, suatu pembangunan ekonomi dikatakan berhasil apabila pendapatan per kapita masyarakat meningkat (kemiskinan berkurang), tingkat pengangguran berkurang, dan kesenjangan antara kaya dan miskin mengecil.

D. PERBEDAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

   Pembangunan ekonomi (economic development) adalah pertumbuhan ekonomi yang diikuti perubahan-perubahan dalam struktur ekonomi dan corak kegiatan ekonomi. Pembangunan ekonomi dapat pula diartikan sebagai usaha untuk meningkatkan pendapatan per kapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal, penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan keterampilan, serta penambahan kemampuan berorganisasi dan manajemen.

    Sedangkan pertumbuhan ekonomi (economic growth) adalah suatu kondisi yang memungkinkan terjadinya peningkatan produk domestik bruto dari suatu negara atau daerah. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi. Secara terperinci, perbedaan pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut.

Tabel perbedaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi


E. PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Pengertian Perencanaan Pembangunan Ekonomi
    Terdapat sejumlah pendapat mengenai pengertian perencanaan pembangunan ekonomi. Lionel Robbins mendefinisikannya sebagai kontrol atau penekanan bersama atas kegiatan produksi dan tukar menukar pribadi. Menurut F. A. Hayek, definisinya adalah arah aktivitas produksi oleh sebuah otoritas sentral. Sementara Hugh Dalton berpendapat secara luas maknanya adalah arah tujuan yang sengaja ditentukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab atas sumber daya kegiatan ekonomi.

    Meski terdapat berbagai pandangan, para ahli tetap sependapat bahwa perencanaan pembangunan ekonomi mengandung arti pengendalian dan pengaturan perekonomian dengan sengaja oleh suatu penguasa pusat untuk mencapai suatu sasaran dan tujuan tertentu dalam jangka waktu tertentu pula (Pasaribu, 2013).

    Sebagai suatu proses penyusunan rangkaian tindakan secara berkesesuaian yang mengarah pada pencapaian tujuan tertentu, perencanaan pembangunan ekonomi sudah sewajarnya menetapkan suatu tujuan sebagai perencanaan pembangunan ekonomi, misalnya menaikkan pendapatan per kapita tahun 2020 menjadi $5.000. Untuk mencapai tujuan tersebut disusun rencana kegiatan, misalnya memperbaiki irigasi agar penduduk mendapat hasil panen yang lebih baik, mengadakan regulasi di bidang industri rumah tangga, dan usaha-usaha lainnya yang dapat menaikkan pendapatan per kapita.

Syarat-syarat Keberhasilan Suatu Perencanaan
    Syarat-syarat keberhasilan suatu perencanaan agar berhasil mencapai sasaran diperlukan hal-hal sebagai berikut
a) Badan Perencanaan Keberadaan Badan Perencanaan mutlak diperlukan. Badan ini secara periodik akan membuat laporan kemajuan dan hambatan pelaksanaan perencanaan

b) Data Statistik. Perencanaan yang baik memerlukan data yang akan diolah. Data tersebut berupa data statistik. Semua data statistik diolah sebagai bahan evaluasi untuk menentukan apakah perencanaan masih pada proses yang diharapkan

c) Mobilisasi Sumber Daya. Perencanaan harus menggunakan sumber daya yang ada. Sumber daya yang digunakan pertama kali sebaiknya sumber daya dalam negeri berupa tabungan pemerintah. Apabila sumber daya yang dibutuhkan kurang, dapat menggunakan sumber pembiayaan luar negeri 

d) Tujuan, Perencanaan pembangunan ekonomi harus menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan ini dapat ditetapkan menjadi tujuan jangka pendek, jangka menengah dan tujuan jangka panjang

e) Penetapan Sasaran dan Prioritas. Agar keberhasilan suatu perencanaan terwujud, diperlukan sasaran dan prioritas. Sasaran secara makro hendaknya dirumuskan secara jelas agar tahapan dapat terlaksana dengan tepat.

f) Keseimbangan dalam Perencanaan. Suatu perencanaan hendaknya juga menjamin adanya keseimbangan dalam perekonomian agar menghindari munculnya krisis ekonomi. Keseimbangan antara tabungan dan investasi harus dijaga. Juga harus dijaga keseimbangan lain seperti antara permintaan dan penawaran serta antara kebutuhan dan penyediaan tenaga kerja.

Perencanaan Pembangunan di Indonesia
1. Rencana pembangunan di Indonesia dalam sejarah
    Indonesia sebagai negara berkembang juga melakukan perencanaan pembangunan ekonomi dari masa ke masa. Berikut beberapa rencana pembangunan yang terjadi dalam sejarah Indonesia.
a) Plan Mengatur Ekonomi Indonesia Tahun 1947 dimulai suatu rencana perkembangan ekonomi pada beberapa sektor ekonomi Perencanaan tersebut diberi nama Plan Mengatur Ekonomi indonesia. Program-program yang dilakukan antara lain meningkatkan impor alat-alat transportasi dan barang modal, meningkatkan ekspor perkebunan, kehutanan, minyak dan logam, serta memperbaiki organisasi ke dalam seperti penetapan upah minimum perbaikan perumahan rakyat, transmigrasi, dan peningkatan pembangunan infrastruktur.

b) Rencana Kasimo (1948-1950), Menteri I. J. Kasimo menyusun rencana produksi jangka menengah (3 tahun). Masalah saat itu yang sangat mendesak adalah penyediaan pangan.

c) Rencana Urgensi Perkembangan Industri dan Industri Kecil (1951–1952). Rencana ini dicanangkan Sumitro Djojohadikusumo. dengan dasar pemikiran industrialisasi sebagai bagian integral kebijakan umum untuk meningkatkan kekuatan ekonomi.

d) Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) (1956-1960). RPLT disusun Biro Perancang Negara pada periode Perdana Menteri Juanda. Rencana ini mencakup aspek pembangunan yang lebih luas dari sebelumnya.

e) Rencana Pembangunan Semesta Berencana Tahapan Pertama (1961-1969) Rencana ini disusun oleh Dewan Perancang Nasional (Depernas) dan ditetapkan melalui Tap MPRS tahun 1960. Agar terjadi kesinambungan perencanaan masa mendatang, dibentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 1963. Juga agar sinkronisasi perencanaan terjadi dengan daerah dibentuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tahun 1964. Salah satu tujuan program adalah meningkatkan pendapatan nasional dan perorangan.

f) Pembangunan Jangka Panjang Tabap Pertama (PJP I) dan Kedua (PJP). Pada masa Orde Baru, dilakukan program stabilisas dan rehabilitasi ekonomi. Tindakan yang dilakukan antara lain sebagai berikut.
1) penyederhanaan dan penyempurnaan aparatur pemerintah,
2) meningkatkan penerimaan pajak,
3) penghematan pengeluaran pemerintah,
4) penyehatan perkreditan,
5) penangguhan utang-utang luar negeri,
6) mengusahakan kredit-kredit luar negeri,
7) mengusahakan devisa pemerintah secara rasional,
8) meningkatkan ekspor,
9) membenahi bidang harga serta tarif dan subsidi
    Usaha-usaha tersebut menampilkan hasil, utamanya pengendalian laju inflasi. Kemudian disusun perencanaan-perencanaan yang lebih terkoordinasi yaitu Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) 1 (1969-1974), sampai V (1989-1994) yang disebut juga Pembangunan Jangka Panjang Tahap Pertam (PJP). Repelita VI (1994-2000) sampai X (2014-2019) disebut juga PJP II. 

g) Program Pembangunan Nasional (Propenas). Tumbangnya Orde Baru akibat krisis moneter dan politik melahirkan Orde Reformasi. Sidang Umum MPR 1999 hasil dari Pemilu tahun 1999 menyusun GBHN 1999-2004. Pemerintah kemudian menyusun Program Pembangunan Nasional (Propenas) berdasarkan GBHN tersebut. Langkah-langkah pemulihan ekonomi antara lain sebagai berikut.
1) kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong kegiatan ekonomi, 
2) mempercepat restrukturisasi perbankan dan perusahaan, dan
3) memulihkan kembali kepercayaan pasar melalui transparansi kebijakan

h) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP Nasional). RPJP Nasional merupakan pengganti dari Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan mulai berlaku sejak tahun 2005. RPJP Nasional untuk tahun 2005 sampai dengan 2025 diatur dalam Undang Undang Nomor 17 Tahun 2007. Pelaksanaan RPJP Nasional 2005-2025 terbagi dalam tahap-tahap perencanaan pembangunan dalam periodisasi perencanaan pembangunan jangka menengah nasional 5 (lima) tahunan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional I adalah pada tahun 2005-2009, dan seterusnya hingga RPJM Nasional IV tahun 2020-2024 RPJM Nasional tersebut kemudian dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) setiap tahunnya melalui mekanisme perencanan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

2. Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)
    UUD 1945 merupakan landasan konstitusional penyelenggaraan negara. Amandemen UUD 1945 yang terjadi empat kali menyebabkan perubahan pengelolaan pembangunan yaitu sebagai berikut.
a) Penguatan kedudukan lembaga legislatif dalam penyusunan APBN
b) Ditiadakannya GBHN sebagai pedoman penyusunan rencana pembangunan nasional.
c) Diperkuatnya otonomi daerah dan desentralisasi pemerintahan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan penggantinya UU no.32 tahun 2004 menetapkan penyelenggaraan otonomi daerah dilaksanakan dengan memberikan kewenangan yang luas, nyata, dan bertanggung jawab kepada daerah.

    Sejumlah hal tersebut merupakan alasan dikeluarkannya UU no. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). UU ini mencakup landasan hukum di bidang perencanaan pembangunan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Menurut UU ini, tujuan SPPN adalah sebagai berikut.
a) Mendukung koordinasi antarpelaku pembangunan negara.
b) Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antardaerah, antarruang, antarwaktu, antarfungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah
c) Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.
d) mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara
e.) efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan

F. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBANGUNAN EKONOMI

    Mengapa pembangunan ekonomi suatu negara sangat cepat, sementara negara lainnya lambat? Untuk menjawab pertanyaan ini, tidaklah mudah, sebab permasalahan pembangunan ekonomi ini sangat luas dan kompleks. Berikut ini beberapa faktor yang dipandang oleh ahli ekonomi sebagai hal-hal yang memengaruhi pembangunan ekonomi.

a. Tanah dan kekayaan alam
    Tanah dan kekayaan alam suatu negara meliputi luas tanah, kesuburan tanah, kondisi iklim dan cuaca, kekayaan hasil hutan, dan kekayaan barang tambang, Kekayaan alam sangat berarti terutama pada tahap awal pembangunan. Secara umum, negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah akan lebih mudah meningkatkan laju pembangunan ekonominya dibandingkan negara yang kurang memiliki kekayaan alam. Meski demikian, kekayaan alam yang berlimpah tidak akan berarti jika tidak memiliki modal, teknologi yang maju, sumber daya manusia yang memadai, dan pasar yang potensial

b. Kuantitas dan kualitas penduduk dan tenaga kerja 
    Pertambahan penduduk dari waktu ke waktu dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi. Pertambahan penduduk akan meningkatkan jumlah angkatan kerja yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produksi. Dengan pendidikan dan pelatihan yang memadai, akan dihasilkan sumber daya manusia yang terlatih dan terampil sehingga mampu menjadi pionir dalam pembangunan. Jumlah penduduk yang besar juga akan meningkatkan permintaan barang yang diikuti dengan perluasan pasar

    Selain itu, banyaknya pengusaha di suatu negara akan mampu menciptakan banyak kegiatan ekonomi yang bermanfaat. Selain mencari keuntungan-keuntungan pribadi pengusaha turut memberi kontribusi terhadap produksi nasional. Akan tetapi hal tersebut banyak mendapat tantangan dari tingginya angka pengangguran, rendahnya produktivitas, dan laju pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi daripada peningkatan pendapatan per kapita

c. Kepemilikan barang modal dan penguasaan teknologi
    Pada masyarakat yang kurang maju, kepemilikan modal, seperti cangkul, bajak, dan parang sangat berperan penting untuk kegiatan berburu dan bertani. Pada masyarakat modern, peranan modal sangat menentukan dalam peningkatan produktivitas. Akan tetapi, penggunaan modal harus disertai dengan penerapan teknologi maju. Adapun, peningkatan yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi antara lain sebagai berikut:
(1) Meningkatnya efisiensi kegiatan produksi yang dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas.
(2) Meningkatnya produksi barang atau jasa yang dihasilkan karena penemuan teknologi baru,
(3) Terciptanya barang dengan kualitas yang lebih baik tanpa meningkatkan biaya produksi.

d. Sistem sosial dan sikap masyarakat
    Sistem sosial dan sikap masyarakat memegang peranan yang penting dalam menciptakan pembangunan ekonomi. Hasil identifikasi di negara-negara berkembang menunjukkan bahwa sistem sosial dan sikap masyarakat menjadi penghambat dalam pembangunan ekonomi. Adat istiadat yang kental pada masyarakat tradisional berupa upacara untuk berbagai kegiatan dan acara dianggap memperlambat pertumbuhan ekonomi.

    Sistem feodal pertanahan (sebagian besar tanah dimiliki oleh tuan tanah dan sebagian kecil dimiliki oleh masyarakat atau bahkan masyarakat hanya dapat menyewa tanah) dianggap juga memperlambat pembangunan ekonomi. Selain itu, sikap masyarakat yang tidak mau bekerja keras, bekerja dengan jam kerja yang pendek, malas menabung, dan sikap negatif lainnya juga akan menghambat pembangunan ekonomi.


G. PERMASALAHAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI NEGARA BERKEMBANG

    Masalah pembangunan ekonomi negara yang berkembang pada dasarnya berbeda dari negara maju. Sementara, negara-negara maju mengalami kurangnya permintaan yang menghambat pertumbuhan output, negara-negara berkembang mengalami kurangnya elastisitas penawaran yang menghalangi pertumbuhan ekonomi.

    Di negara-negara berkembang, terutama mereka yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi, kelebihan penawaran tenaga kerja adalah fitur umum. Negara-negara ini menghadapi masalah akut pengangguran Ekstrimnya bahkan produktivitas marginal mereka nol dan kadang-kadang negatif. Selain itu, tenaga kerja yang ada tidak terampil. Mereka biasanya bekerja dengan alat tradisional yang tidak dapat meningkatkan tingkat produktivitas di bidang pertanian. Buta huruf membuat mereka mengalami kesulitan untuk mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru. Sementara itu, di sisi lain dengan pengenalan teknologi terbaru di sektor industri, proses produksi mungkin cenderung padat modal. Akibatnya, pengangguran semakin bertambah, meskipun ada pembangunan di tingkat tertentu.

    Masalah-masalah pembangunan ekonomi di negara berkembang tentu terkait dengan karakteristik yang ditemui pada negara berkembang. Adapun karakteristiknya sebagai berikut. 
1. Ketergantungan pada sektor pertanian-primer (Substantial Dependence on Agricultural-Primary Production). Negara-negara berkembang umumnya sangat tergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Bahkan, ada negara yang sangat tergantung pada hasil satu komoditas pertanian saja. Perekonomian seperti ini disebut dengan perekonomian monokultur.

2. Rendahnya tingkat produktivitas (Low level of Production) Rendahnya tingkat produktivitas dapat dilihat dari Pendapatan Domestik Produk (PDB) per kapita atau PDB per pekerja yang sangat kecil. Hal ini berkaitan dengan rendahnya tingkat kehidupan dan terbatasnya kesempatan kerja yang tersedia, terutama bagi mereka yang berpendidikan rendah. Karenanya, di negara yang sedang berkembang, berlaku lingkaran setan kehidupan yang sulit untuk diputus, dengan mata rantai pendapatan rata-rata rendah mengakibatkan tabungan dan investasi rendah. Tabungan dan investasi rendah mengakibatkan akumulasi modal yang lambat dan berdampak produktivitas rendah. Produktivitas rendah mengakibatkan pendapatan rata rata juga rendah

3. Ketergantungan yang besar dan kerentanan dalam hubungan internasional (Dominance, Dependence, and Vulnerability in International Relation). Kondisi domestik perekonomian negara berkembang sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian lainnya, khususnya perekonomian negara-negara maju. Hal ini terjadi karena lemahnya permintaan domestik yang disebabkan oleh lemahnya permintaan agregat membuat perekonomian sangat mengandalkan pasar ekspor. Tetapi, yang diekspor umumnya barang-barang primer. Ketergantungan pada negara negara maju juga terjadi dalam bidang industri. Industri hulu atau industri bahan dasarnya berada di negara maju. Sementara itu, industri hilirnya berada di negara berkembang. Hal ini mengakibatkan ketergantungan pada negara-negara maju sebab bahan bakunya atau bahan dasarnya harus diimpor.

4. Pasar dan informasi yang tidak sempurna. Keberadaan pasar di negara berkembang juga memberi informasi yang tidak lengkap Struktur pasar barang dan jasa umumnya tidak sempurna. Monopoli dan oligopoli bisa terjadi di pasar barang Monopsoni dan oligopsoni dapat terjadi di pasar faktor produksi Informasi hanya dikuasi oleh sekelompok kecil pengusaha yang mempunyai hubungan baik dengan birokrasi. Keadaan ini menyebabkan konsumen sering dirugikan.

5. Tingginya tingkat pengangguran (High Rates of Unemployment). Tingkat pengangguran di negara berkembang sangat tinggi. Angka pengangguran akan semakin besar bila diukur dengan angka underemployment. Penyebab tingginya tingkat pengangguran adalah laju pertumbuhan angkatan kerja yang lebih tinggi di satu pihak dan rendahnya pertumbuhan kesempatan kerja di pihak lain. Rendahnya pertumbuhan kesempatan kerja berhubungan engan rendahnya tingkat penanaman modal, khususnya di sektor-sektor industri dan jasa modern.

6. Rendahnya tingkat kehidupan (Low Level of Living). Rendahnya tingkat kehidupan terutama dilihat dari kemampuan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, perumahan, kesehatan, dan pendidikan. Laporan UNDP yang mengurusi peningkatan kehidupan mengindikasikan bahwa masih lebih satu miliar penduduk negara berkembang hidup dalam kondisi miskin, kekurangan gizi, dan kondisi kesehatan yang buruk. Selain itu, tingkat pendidikan masih sangat rendah, bahkan masih banyak penduduk negara berkembang yang masih buta aksara,

7. Tingginya pertambahan penduduk (High Rates of Population Growth), Tingkat pertambahan penduduk di negara berkembang dua sampai empat kali lipat pertambahan penduduk negara negara maju. Tidak mengherankan jika 75% penduduk dunia ini merupakan penduduk negara berkembang. Tingginya tingkat pertambahan penduduk di negara berkembang telah menimbulkan masalah-masalah besar, terutama berkaitan dengan penyediaan pangan, kesempatan kerja, perumahan, pendidikan, dan kesehatan.


H. KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN SERTA INDIKATOR KEBERHASILANNYA

1. Kebijakan dan Strategi Pembangunan
    Pembangunan ekonomi merupakan upaya yang dilakukan negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi telah mengubah struktur ekonomi secara mengesankan dan mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.

    Strategi merupakan langkah-langkah yang berisikan program program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Strategi harus dijadikan salah satu rujukan penting dalam perencanaan pembangunan. Rumusan strategi berupa pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai yang selanjutnya diperjelas dengan serangkaian arah kebijakan.

    Visi Pembangunan Nasional tahun 2005-2025 adalah Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Bangsa mandiri adalah bangsa yang mampu mewujudkan kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang telah maju dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri. Suatu bangsa dikatakan makin maju apabila sumber daya manusianya memiliki kepribadian bangsa, berakhlak mulia, dan berkualitas pendidikan yang tinggi. Bangsa yang adil adalah bangsa di mana tidak ada diskriminasi dalam bentuk apapun, baik antarindividu, gender, maupun wilayah. Bangsa yang makmur adalah bangsa yang sudah terpenuhi seluruh kebutuhan hidupnya, sehingga dapat memberikan makna dan arti penting bagi bangsa bangsa lain di dunia.

    Sementara itu, misi pembangunan nasional adalah sebagai berikut.
1. Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila
2. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing
3. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum 4. Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu.
5. Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan
6. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari.
7. Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional,
8. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional

    Strategi untuk melaksanakan Visi dan Misi tersebut dijabarkan secara bertahap dalam periode lima tahunan atau RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) dengan skala prioritas dan strategi pembangunan yang merupakan kesinambungan dari skala prioritas dan strategi pembangunan pada periode-periode sebelumnya. Tahapan skala prioritas utama dan strategi RPJM secara ringkas adalah sebagai berikut.
1 RPJM ke-1 (2005-2009) diarahkan untuk menata kembali dan membangun Indonesia di segala bidang yang ditujukan untuk menciptakan Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis, dan tingkat kesejahteraan rakyatnya meningkat

2. RPJM ke-2 (2010-2014) ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan pada upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan iptek serta penguatan daya saing perekonomian

3. RPJM ke-3 (2015-2019) ditujukan untuk lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan iptek yang terus meningkat

4. RPJM ke-4 (2020-2025) ditujukan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing.

    Mengacu pada permasalahan dan tantangan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia dewasa ini, arah kebijakan umum pembangunan nasional adalah sebagai berikut.
a Arah kebijakan umum untuk melanjutkan pembangunan mencapai Indonesia yang sejahtera, Indonesia yang sejahtera tercermin dari peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dalam bentuk percepatan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pengurangan kemiskinan pengurangan tingkat pengangguran yang diwujudkan dengan bertumpu pada program perbaikan kualitas sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur dasar, serta terjaganya dan terpeliharanya lingkungan hidup secara berkelanjutan.

b. Arah kebijakan umum untuk memperkuat pilar-pilar demokrasi dengan penguatan yang bersifat kelembagaan dan mengarah pada tegaknya ketertiban umum, penghapusan segala macam diskriminasi, pengakuan dan penerapan hak asasi manusia, serta kebebasan yang bertanggung jawab.

c. Arah kebijakan umum untuk memperkuat dimensi keadilan dalam semua bidang termasuk pengurangan kesenjangan pendapatan, pengurangan kesenjangan pembangunan antardaerah (termasuk desa-kota), dan kesenjangan gender Keadilan juga hanya dapat diwujudkan bila sistem hukum berfungsi secara kredibel, bersih, adil, dan tidak pandang bulu. Demikian pula, kebijakan pemberantasan korupsi secara konsisten diperlukan agar tercapai rasa keadilan dan pemerintahan yang bersih.

2. Indikator Keberhasilan Pembangunan Ekonomi
    Pembangunan ekonomi merupakan konsep yang sangat luas dan inklusif. Pembangunan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara. Untuk itu, persoalan-persoalan yang dihadapi oleh negara, seperti kemiskinan dan pengangguran, harus dapat dijawab oleh pembangunan ekonomi. Secara konseptual, pembangunan ekonomi mempunyai makna yang luas dan inklusif. Untuk mengukur keberhasilannya, tentu perlu indikator-indikator tertentu. Indikator itu digunakan untuk mengetahui derajat pembangunan yang dilakukan oleh suatu negara

    Sebenarnya ada tiga indikator utama mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi. Ketiga indikator itu adalah indikator moneter, indikator nonmoneter, dan indikator campuran
1. Indikator moneter antara lain pendapatan per kapita dan indikator kesejahteraan ekonomi bersih atau Net Economic Welfare (NEC).
a. Pendapatan per kapita adalah indikator moneter atas setiap kegiatan ekonomi penduduk suatu negara Indikator pendapatan per kapita mempunyai beberapa kelemahan, seperti ketidakmampuan untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat secara utuh. Tingkat pendapatan masyarakat bukan satu-satunya faktor penentu tingkat kesejahteraan masyarakat Masih ada faktor lain, seperti adat istiadat, keadaan iklim, kondisi alam, dan kondisi kebebasan masyarakat. Selain itu, pendekatan pendapatan nasional mengabaikan adanya perbedaan karakteristik antarnegara, seperti struktur umum dan distribusi pendapatan
b. Kesejahteraan Ekonomi Bersih atau Net Economic Welfare (NEC) adalah indikator pembangunan yang menyempurnakan metode perhitungan GNP dengan koreksi positif dan koreksi negatif. Koreksi positif mengharuskan adanya perhatian terhadap waktu senggang (leisure) dan perkembangan sektor informal. Sementara itu, koreksi negatif berkaitan dengan masalah kerusakan lingkungan hidup.

2. Indikator nonmoneter diambil dari beberapa hal pokok yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Indikator nonmoneter antara lain indikator sosial dan indeks kualitas hidup
a. Indikator sosial antara lain mencakup indikator tingkat harapan hidup, konsumsi protein hewani per kapita, persentase anak-anak yang belajar di sekolah dasar, menengah dan kejuruan, jumlah surat kabar, telepon dan radio, dan konsumsi energi per kapita.
b. Indeks kualitas hidup (IXH) disebut juga Physical Quality of Line Index (POL), Indeks ini diperkenalkan oleh Morris D. Morris Indeks Kualitas Hidup (KH) mencakup indikator tingkat harapan hidup, angka kematian bayi, dan tingkat melek huruf.

3. Indikator Campuran mencakup indikator Susenas Inti dan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index),
a. Indikator Susenas Inti merupakan indikator kesejahteraan yang dikembangkan oleh Biro Pusat Statistik pada tahun 1992. Indikator ini mencakup aspek pendidikan, kesehatan, perumahan, angkatan kerja, keluarga berencana dan fertilitas, ekonomi, kriminalitas, perjalanan wisata, dan akses ke media massa,
b. Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) diukur berdasarkan indikator tingkat harapan hidup, tingkat melek huruf, dan pendapatan riil per kapita yang dihitung berdasarkan paritas daya beli (Purchasing Power Parity) atau keseimbangan kemampuan berbelanja.

    Selain indikator-indikator di atas, garis kemiskinan (poverty line) dan kebutuhan dasar minimum (Basic Minimum Needs) juga digunakan sebagai indikator pembangunan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENILAIAN AKHIR SEMESTER KELAS 12 - SENI BUDAYA